RAHASIA SUKSES Lulus Ujian


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Ujian sebentar lagi. Banyak siswa sibuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran yang menentukan itu. Berbagai bimbingan belajar dan privat di ikuti, namun ada juga yang belajar dengan kakaknya.

Apapun cara belajarmu, yang penting semua adalah sebuah hal positif dalam rangka ikhtiar / usaha. Saya ingin berbagi tips agar kita bisa sukses menempuh ujian. Tidak hanya ujian nasional, namun ujian apapun itu secara umum.

Untuk bisa sukses, tentunya diperlukan persiapan. Karena persiapan dan perencanaan merupakan 50 % keberhasilan. Kita pun biasanya akan cukup percaya diri jika telah mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Tidak bisa dipungkiri, faktor mental mempengaruhi keberhasilan seseorang ketika menempuh ujian. Jika kita gugup dan cemas, atau tidak percaya diri, akibat kurang persiapan maka kita tidak akan maksimal mengerjakan soal-soal.

Tips percaya diri yang jitu adalah dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang paling sangat di garisbawahi, agar kita bisa mejaga mental psikologis kita dalam keadaan stabil, jangan sampai membawa beban masalah dalam ruang ujian, hindari kegugupan. Karena walaupun kalian sudah belajar sungguh-sungguh, lalu tiba-tiba kondisi psikologis anda terganggu, maka siap-siap saja menghadapi hasil ujian yang mengecewakan. So, santai , relax, yakin dan percaya diri.
Dibawah ini adalah beberapa tips, yang bisa kita jadikan pedoman agar bisa lulus ujian. Ada tahapan-tahapan yang perlu kita persiapkan, yaitu, sebelum ujian, ketika ujian dan setelah ujian.


A. SEBELUM UJIAN
1. Bisa ikut Bimbingan Belajar
2. Belajar Kelompok
3. Belajar Mandiri
4. BANYAK LATIHAN
5. BANYAK LATIHAN

Pada 2-3 bulan menjelang ujian, biasanya kita banyak mengikuti kegiatan belajar ekstra. Pada saat ini, kalian harus bisa menentukan materi atau bidang pelajaran apa yang kalian anggap masih lemah. Jangan malu untuk mengakui kalau kita masih lemah di bidang tersebut, terutama Matematika. Lebih baik dapat nilai buruk saat persiapan ujian, daripada dapat nilai buruk ketika ujian sesungguhnya. Karenanya penting pula untuk melakukan tips belajar yang baik sebelum ujian. Jadi belajar tidak hanya ketika akan menempuh ujian, yang mana malah akan menjadi beban. Kalian harus memiliki kebiasaan positif belajar yang baik, yaitu jauh ketika kalian masih di tingkat dasar.

Ok, back to the topic persiapan ujian. Try Out –try out yang kalian ikuti sebagai tolok ukur keberhasilan ujian, hendaknya benar-benar dikerjakan secara jujur. Karena disini kalian akan tahu, apakah kalian sudah siap ujian atau tidak. Aduuh..,jangan sampai deh masak mau TRY OUT saja nyontek. Jadi, bagaimana bisa tahu standar kemampuan kalian. Jangan malu untuk mengulang dan berlatih terus pelajaran yang masih kalian anggap kurang. Berlatih membuat sempurna, bukan ?:)

SEBELUM UJIAN H-1

AKU BISA!
Sebelum melaksanakan ujian, kamu harus yakin pada diri sendiri bahwa Aku BISA. Kalu perlu katakan dengan semangat .. AKU BISA! Karena dengan keyakinan tersebut, insyaAllah akan menambah semangat dan motivasimu

TIDUR DAN ISTIRAHAT YANG CUKUP
Oke, 2-3 bulan persiapan ujian sudah kalian lewati. Kini saat nya kalian akan menghadapi hari yang menentukan -esok hari. Tidurlah yang cukup, agar kalian bisa bangun pagi dan fresh. Jangan belajar sampai begadang, karena bukan waktunya lagi. Jika kalian belajar sampai malam, maka bisa dipastikan esok harinya daya fikir kalian tidak se-fresh dan se optimal kalau kalian tidur cukup.

Apa yang akan terjadi jika kalian memaksakan belajar begadang sampai pagi?? Selain fikiran kurang fresh, kalian akan bangun telat dan mesti terburu-buru berangkat ke ruang ujian. Sudah pasti energi dan mental terkuras sebelum waktunya. Agak-agak grogi dan gak PD takut telat ketika sampai ke sekolah. Rasa gugup itu bisa saja terbawa sampai ke ruang kelas . Walhasil kalian tidak maksimal mengerjakan soal. Pikiran tambah pusing, ketika perut tiba-tiba melilit, o wow.. rupa-rupanya tadi tidak sempat sarapan. Duh, nightmare banget kan? Jangan sampai yah hal itu terjadi pada kalian?

Karenanya persiapkan materi soal-soal ujian jauh2 hari. Pastikan kalian sudah menguasainya jauh sebelum hari-h sehingga pada malam hari menjelang ujian sudah merupakan hari tenang kalian. Kalau sudah mengusai materi, insyaAllah dengan cukup baca-baca sekilas materi itu akan cepat nempel di otak. Jangan lupa berdo’a ya.


B. SAAT UJIAN 
----------------------

1 .BANGUN LEBIH AWAL
Bangun lebih awal merupakan hasil dari tidur yang cukup. Syukur alhamdulillah kalian sudah tidur dan istirahat yang cukup, sehingga bangun di pagi hari dengan tubuh , fikiran dan mental yang fresh dan siap menghadapi ujian.

2. JANGAN LUPA SARAPAN
Sarapan sangat penting, karena jika perut kita lapar, maka otak juga tidak dapat berpikir
maksimal, tapi juga jangan terlalu kekenyangan yah.., ntar malas berpikir.

3. BACA BISMILLAH & BERDO’A KETIKA MULAI MENGERJAKAN SOAL
Setiap melakukan pekerjaan , hendaklah di awali dengan membaca bismillah, insyAllah tidak akan sia-sia. Dengan membaca do’a dan mengucap bismillah, sudah merupakan bukti kerendahatian kita dihadapan Allah, bahwa usaha yang kita kerjakan bukan karena kepandaian kita, tetapi karena pertolongan Allah. Jangan lupa baca doa dan bismillah, InsyAllah kita akan mendapat kemudahan-kemudahan.

4. PERCAYA DIRI
Faktor mental juga mempengaruhi daya fikir. Jika kita merasa gugup, atau tidak percaya diri, maka otak tidak dapat bekerja maksimal. Maka, hindarilah perasaan cemas dan gugup kalian, ganti dengan perasaan yakin dan percaya diri (tapi bukan over PD –lho) agar kalian bisa nyaman menjawab soal-soal. Kalian harus yakin kalian bisa menjawab soal-soal tersebut, jika kalian menanamkan rasa tidak percaya diri, maka itulah yang terjadi. Jadi, tanamkan berfikir positif terhadap diri sendiri. Ingat, sesulit apapun soal itu, hadapi dengan senyuman . Dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik kesulitan ada kemudahan …

5. KONSENTRASI DAN ULET ditemani DZIKIR
Konsentrasi dan keuletan mutlak diperlukan ketika kalian menghadapi soal-soal yang sulit. Jangan mudah menyerah, karena ujian ini adalah satu-satunya jalan kalian menuju tingkat sukses berikutnya. Ingat , nilai1 soal begitu berarti lho.. Ingat, dibalik kesulitan ada kemudahan .., dibalik kesulitan ada kemudahan. Kerahkan semua keilmuan yang kalian miliki, karena biasanya satu ilmu saling berkaitan dengan ilmu yang lain. Sambil mengerjakan soal, kalian juga bisa sambil berdzikir dalam hati, di iringi kerendah hatian pada sang illahi rabbi, plus kepasrahan tetapi di iringi usaha, semoga Allah memberikan jalan keluar.

6. SANTAI DAN RELAX
Nah, konsentrasi dan ulet perlu, tapi perlu juga santai, karena kalau terlalu konsentrasi bisa-bisa kalian pusing sendiri. Ingat, serius tapi … santai. Tapi, tetap harus memperhitungkan waktu ya …

7. PERGUNAKAN WAKTU SEBAIK MUNGKIN
Lewati soal-soal yang kalian anggap cukup sulit, demi untuk menghemat waktu. Tetapi, kalian juga mesti memperhitungkan agar bisa kembali mengerjakan soal-soal yang sulit tersebut. Nah, untuk soal-soal yang mudah, jangan terlalu dilama-lamakan pengerjaannya -misalnya bersiul-siul *ups gak boleh ya* -bernyanyi-nyanyi dalam hati karena kesenangan akhirnya khabisan waktu. Segeralah beralih ke soal berikutnya.

8. TELITI
Sepintar apapun kalian, se-mengusai rumus apapun kalian, tapi kalau kalian tidak teliti dalam menghitung atau menjawab soal, itu sia-sia. Karenanya harus hati-hati, jangan sampai menjawab soal nomor 1 pada lembar jawaban nomor 2 atau seterusnya.
Jadi jangan lupa mengecek kembali lembar jawaban kalian..


C. SESUDAH UJIAN
1. BACA ALHAMDULILLAH
2. BERDOA
3. BERSERAH DIRI / TAWAKAL

Alhamdulillah… ujian sudah kalian lewati. Usaha keras sudah kita kerjakan. Tinggal berserah diri dan berdoa pada Allah yang maha pembuat keputusan . Meski ujian sudah dilewati, jangan malas dan berhenti berdoa. Karena sesuatu bisa berubah lewat do’a , Ingat doa adalah senjatanya orang beriman.

Satu hal yang pasti, manakala kalian sudah semaksimal mungkin mengerjakan soal-soal, bahkan cenderung yakin mengerjakan soal-soal tersebut dengan benar, plus melakukan doa yang tak putus, namun hasilnya ternyata jauh atau di luar perkiraan atau memuaskan, Jangan pernah kecewa terlalu dalam, atau bahkan menyalahkan Takdir.
Ingatlah bahwa manusia hanyalah sebaik-baik perencana ,namun takdir dan keputusan tetap di tangan Allah.

Just DO Your Best . Karenanya, persiapkan lah dengan maksimal. dan lakukanlah yang terbaik ! Selamat Berjuang ya, InsyaAllah BISA dan SUKSES .. amin!

Semoga bermabfaat, wassalam
sumber: http://qanaahsholihah.wordpress.com/2009/04/16/tips-sukses-lulus-ujian/


Assalamualaikum wr wb, slam cerdas kreatif

Anak susah makan harusnya disiasati bukannya dimarahi atau dipaksa, karena
tidak akan membawa hasil, justru memperburuk keadaan.

Berikut tips agar si kecil tidak rewel lagi ketika makan:
1. Semakin dipaksa, akan semakin sulit makan, sebaiknya ortu menciptakan suasana menyenangkan, jadi si kecil juga merasa makan juga menyenangkan.

2. Siapa yg memberi makan juga berpengaruh. Bila yg memberi makan orang yg ditakuti, yg sering memaksa dan memarahinya, maka anak akan merasa bahwa makan adalah hal yg menakutkan.

3. pemikiran anak berbeda dgn org dewasa. Bila anak merasa makan tidak enak, pastinya dia tidak mau memakannya, sekalipun penuh gizi dan nutrisi. Sebisamungkin berilah makanan yg menurut anak enak (makanan yg disukainya). Tak harus mahal, tempe dan tahu bisa sangat bermanfaat bagi perkembangan tubuh dan otak si buah hati.

4. Bentuk dan tampilan makanan ketika disajikan buatlah menarik perhatian si kecil. Sayuran misalnya, kebanyakan anak tidak suka makan sayuran, padahal kandungan gizinya luar biasa. Menyiasatinya tidak sulit. Sayuran bisa disajikan dlm bentuk-bentuk yg menarik perhatian anak. Dalam hal ini, dituntut kreativitas sang ibu, selain bentuk dan penyajian makanan, keragaman menu makanan dapat menghindari kebosanan anak.

5. Sebaiknya kita memberi contoh dgn mengonsumsi makanan yg sama dengan lahap.Bila anak melihat ortu memakannya, maka anak akan cenderung meniru & ikut juga memakannya. Tanpa dipaksa pun anak akan ingin mencoba makanan itu. tak akan ada gunanya memaksa anak makan sayur, sedang ortunya tdk makan sayur.

6. Bila mengajak anak makan di restoran, pilihlah restoran yg memberi menu cukup sehat. jgn terlalu sering ke restoran fast food. Makan di restoran juga baik digunakan utk mengajar anak berperilaku baik saat makan.

7. Ada beberapa hal yg bisa membuta anak sulit makan, misalnya kebiasaan jajan.Bila anak terbiasa makan jajanan, maka anak selalu mencari jajanan. Tananmkan disiplin bahwa makanan jajanan (misal makanan yg dilihat di TV, diberi teman atau kerabat) baru boleh dimakan sehabis menikmati makanan utama. Jadi makanan utama yg memberi nutrisi yg dibutuhkan si anak tetap dikonsumsi. Mengendalikan jajanan anak berarti mengatur & menjaga pola makan anak. Diperlukan ketegasan ortu.

8. Jgn memberi susu terlalu byk agar anak bisa makan. Berikan susu dgn takaran yg sama, namun dgn air yg lebih sedikit agar si kecil lebih mudah menghabiskannya walau kandungan gizinya tetap sama.

9. Dapat menggunakan vitamin tambahan utk melengkapi nutrisi anak, misal dengan produk madu yg selain membantu memperbaiki nafsu makan, juga meningkatkan perkembangan tubuh dan otak anak.

Semoga bermanfaat wassalam

sumber : ayahbunda-online


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Kapan Anak Diajari Shalat? Tidak boleh tidak anak-anak mesti diajari cara-cara shalat sebelum diperintah menger-jakannya. Kalau tidak bagaimana kita menyuruh utk mengerjakan sesuatu yg ia tidak tahu. Ibnu Abid Dunya v berkata “Telah menceritakan kepada kami Ali bin Al-Ja’d telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al-Hajjaj dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar ia berkata bahwa “Dulu ia mengajar anak utk shalat ketika anak itu tahu kanan dari kirinya.” .

Secara Islami anak-anak wajib dibina fitrahnya agar menjadi Muslim yg shalih. Maka ketika anak umur 7 tahun orang tuanya disuruh oleh Nabi ` utk memerintah anak-anaknya shalat. Nabi ` bersabda “Perintahkanlah anak itu shalat ketika ia telah sampai tujuh tahun. Dan jika telah sampai sepuluh tahun maka pukullah dia” . .

Dalam Hadits lain Rasulullah ` bersabda “Perintahkanlah anak-anakmu sekalian shalat sedang mereka tujuh tahun dan pukullah mereka ketika sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka tempat tidurnya” . dan Abu Daud .
-----------------------------------------------------------------------

Berikut hasil diskusi bulan April di milis Jejak Daffodil Muslimah mengenai tips mengajarkan shalat dan bacaannya kepada anak.
Tim BKI

(Sharing tips dari mbak Mila Birmingham)
Semuanya diawali dengan memberikan pengertian kepada anak sholat itu apa dan untuk siapa. Kemudian;
1. Challenge anak untuk melakukan hal-hal yg kita kira dia belum bisa (kadang orang tua suka mengira anaknya belum bisa atau belum waktunya padahal si anak sudah bisa melakukannya). Seperti kita kira anak masih terlalu kecil untuk sholat, belum bisa gerakkannya ataupun bacaannya. Padahal kalo kita rutin mengajak dan mengajarkannya insya Allah si anak akan bisa.
2. Rutin dan konsisten. Hal ini sangat penting agar si anak terbiasa dan menjadikan sholat sebagai habbit dan bagian dari kegiatan sehari2nya.
3. Ajarkan bacaan sholat bertahap, mulai dari yg pendek dulu seperti Al Fatihah. Mengajarkan anak bacaan sholat tidak harus ketika waktu sholat saja tapi kapan saja ada moment atau bisa juga disediakan satu waktu (walau sebentar) tapi khusus mengajarkan bacaanya. Bacaan ini harus diulang-ulang terus.
Suruh anak sholat sendiri dan membaca bacaaan sholat dengan keras sehingga terdengar oleh kita.
4. Beri penghargaan atau reward kalau si anak sudah sholat, bisa pujian atau pelukkan, dll.
5. Kalau anak melakukkan kesalahan dalam sholat (baik gerakkan atau bacaan) jangan ditegur dengan keras, benarkan dengan lembut dan tegas. Tapi jangan sampai tidak diperbaiki sama sekali nanti si anak akan punya kebiasaan yg salah.
6. Biasakan anak agar berada dalam lingkungan orang2 sekelilingnya yg senantiasa sholat, seperti orang tuanya, saudara2nya, teman2nya.
7. Guru yg paling baik itu adalah contoh yang benar dari kita orang tuanya.

(Sharing tip dari mbak Ima Swindon)
Pengalaman saya pribadi dalam mengajarkan sholat dan bacaannya kepada anak-anak adalah dengan mendampingi mereka sholat, kita yg mengucapkan bacaan2 dengan keras dan anak-anak yg melakukan gerakan sholat sambil kita contohin gerakan sholatnya. Saya sudah menerapkan cara ini dengan dua anak yg besar alhamdulillah mereka tahu dan hafal bacaan sholat sampai sekarang, Kita bisa memulainya sedini mungkin. saya menerapkan cara ini untuk anak saya yg ketiga pada saat dia umur 4 th. Yang perlu diperhatikan oleh kita sebagai orang tua adalah konsisten, jangan mudah menyerah pada saat anak kita merengek/ membujuk kita dengan cara-cara mereka.(kita tahu anak kita dan kita tahu kapan waktu yg terbaik untuk mengajarkan sholat ini, sehingga sama-sama happy menjalani aktivitas ini.)


(Sharing tips dari mbak Dian Oxford)
Pengalaman saya pribadi dengan adik2 dan sekarang anak yang berusia 2 tahun. Mengajak anak sholat dimulai sejak dini yaitu ketika dalam kandungan dan buaian. Kalo dalam kandungan jelas kita akan bawa anak sholat ketika kita sendiri menegakkan sholat. Ketika dalam buaian (bayi), setiap kali saya sholat anak sebisa mungkin dibawa, apakah itu dengan menggendong sambil sholat atau dengan meletakkan anak disamping saya ketika saya sholat. Ketika anak sudah bisa berdiri dan berjalan, terkadang saya masih harus menggendong karena si anak minta di gendong ketika sholat. Namun semakin besar, ia cepat bosan dan lebih senang bermain daripada sholat. Yah, kitanya jangan putus asa tuk terus mengajak anak sholat bersama. Di lain waktu dia mengerjakan sholat sendiri dan minta dibentangin sajadah. Nah, pada saat seperti ini saya mengarahkan bacaaan sholat sedikit demi sedikit. Rasanya dia cepat bosan bila terlalu banyak. Mungkin tuk anak yang agak besar, kita harus tetap memantau sholat 5 waktu mereka sampai mereka hapal dan sadar tuk mengerjakan sholat sendiri.

(Sharing tips dari mbak Anna Gio Kuala Lumpur)
Tips mengajar sholat pada usia dini:(di keluarga kami)
Anak kami 4 orang, dari pengalaman, yang paling bermasalah di sholat subuh karena
mungkin early morning ya apalagi winter.
Ada rule dirumah kami bahwa jam 6 sore TV harus mati, salah satu tujuannya supaya
setelah makan malam, anak2 langsung tidur(setelah ngaji dan ada cerita Islam) Dengan cukup istirahat, esok bisa bangun untuk sholat subuh.InsyaAllah.

Antara 20 - 30 menit sebelum waktu subuh semua clock alarm dirumah kami berbunyi, suami segera memperdengarkan lagu-lagu anak yang Islami
( biasanya kami pilih lagu2 yang iramanya gembira), lampu-lampu dinyalakan. Anak pertama
dan kedua , sayalah yang jadi ibu pembangunan (baca: bertugas membangunkan) karena mereka sudah lebih terlatih. Sedang anak ketiga dan ke empat, ayah yang jadi bapak pembangunan.Biasanya ada acara gendong mereka satu-satu sampai depan toilet.

Langsung mereka wudhu, saya akan stand by di toilet untuk melihat dan membetulkan rukun wudhu dan membantu dua yang kecil.Suami nggellar sajjadah dan dapet giliran terakhir wudhu, setelah ayah selesai wudhu lagu dimatikan. Setelah semua siap,tiap hari take turn, anak kedua dan pertama untuk baca Qamat.

Tips mengajarkan bacaannya( di keluarga kami):
Saat anak-anak kecil, dinding rumah kami terutama ruang keluarga, penuh dengan alat peraga yang ditempel.(kalau ada tamu yang nginep, buru2 kita lepas karena dinding tampak kotor,
takut jadi tidak menghormat tamu ?) Ada yang kita sebut sholah corner yang kita pilih sudut yang paling nampak dari arah pintu masuk jadi mata-mata kecil itu langsung tertuju kesana, sadar atau tidak. disitu ada urutan gerakan sholat dan bacaannya.
Karena saya ngajar di nursery, jadi waktu dirumahnya sama dengan anak2. Setiap mereka menuju ke sudut sholat, saya ikut kesana dan ngulang bacaan
sholat sama2. Atau saat santai, mas sama2 kita baca bacaan ruku' ya begitu tiap hari,setiap saat.
Disini yang kami pentingkan, bisa ngulang setiap saat, dimanapun.Tidak lupa artinya.

Dasar pemikiran kami , hanya 4M :
1.Menyampaikan
2.Mencontohkan
3.Mengulang
4 Membiasakan

Untuk keluarga kami, sholat yang lain kira2 sama, hanya tidak pake jadi orangtua pembangungan dan acara gendong2. Lagu-lagu Islami kita perdengarkan, bila perlu di saat waktu sholat lain.
Kesalahan kami, kurang menambahkan adzhan sebagai tanda masuk waktu sholat, disamping itu di UK tidak setiap rumah kita bisa dengar adzhan(deket masjid).

Tapi begitu basic sudah tertanam, akan mudah mengembangkan, karena saat ini, adzhan itu sudah berarti buat mereka, begitu denger adzhan salah satu langsung buka mulut.....come on, sholah time...get your wudhu.
Mereka sekarang sudah umur 22, 18, 16, 14., sebagai orangtua kami harus selalu melihat sebagai tahap kontrol dan evaluasi dan tetap memohon peertolongan Alloh SWT

(Sharing tip dari Teteh Titin London)
Cara mengajarkan sholat kpd anak:
1. Sedini mungkin anak sudah diikutkan sholat bersama kita, sehinggaa anak kita hafal dengan gerakan sholat.
2. Ketika anak sudah mulai bicara lancar, seiring dgn diajarkannya hafalan do'a
do'a pendek spt sebelum dan sesudah tidur dll, juga sedikit2 diajarkannya do'a2
sholat yg pendek dari bacaan "Allahu akbar, sami Allah huliman hamidah,subhana robbiyak a'dzimi wa bihamdihi"
3. barulah menjelang 6... diajarkan do'a sholat yg panjang2.

4.Untuk membiasakan sholatnya, anak diikut sertakan dalam sholat berjamaah
dirumah bersama keluarga.

5. Mulai 7 th baru di ajarkan hukum2 sholat.

(Sharing tips yg masuk ke TIM BKI)

1. Pengajaran shalat kepada anak laki-laki maupun perempuan pada masa kecil adalah wajib, agar mereka terbiasa jika sudah besar. Rasululah r berabda :


علموا أولادكم الصلاة إذا بلغوا سبعا واضربوهم عليها إذا بلغوا عشرا وفرقوا بينهم في المضاجع. رواه أحمد بإسناد صحيح.

“Ajarkanlah shalat kepada anak-anakmu jika sudah sampai umur tujuh tahun, pukullah jika sudah sampai umur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.” (riwayat Ahmad).

Pengajaran shalat tersebut dilakukan dengan wudhu’ dan shalat di depan mereka, membawa mereka pergi bersama ke masjid, memberikan kepada mereka buku tentang cara-cara shalat sehingga seluruh keluarga mempelajari peraturan shalat. Hal ini merupakan kewajiban seorang guru dan kedua orang tua. Setiap pengurangan tenggung jawab tersebut akan ditanya oleh Allah.

2. Mengajarkan Al-Qur’an Al-Karim kepada anak-anak, di mulai dari surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek serta menghafal do’a Tahiyyah untuk shalat. Menyediakan guru untuk mengajar tajwid, mengahafal Qur’an dan hadits.

3. Mendorong anak-anak untuk shalat Jum’at dan jama’ah di masjid di belakang kaum lelaki, berlemah lembut dalam memberi nasehat jika mereka bersalah, tidak dengan suara keras dan mengagetkan mereka, agar mereka tidak meninggalkan shalat dan kemudian kita berdosa. Jika ingat masa-masa kanak-kanak dan permainan kita, kita akan memaklumi hal itu.


(Sharing tips dari mbak Ida London )

* Pada awalnya,...saya membiasaknnya dengan mengajak dia shalat bersama, dengan tujuan untuk menjadikan rutin dan memperkenalkan cara-cara shalat, tidak dipaksakan gerakan dan bacaannya
* Setelah kelihatan dia itu enjoy, dan dilihat perkembangannya mulai mantap , mulai diselipkan aqidah sedikit-sedikit, sampai pada saat -saat dia mulai kritis bertanya ttg kenapa kita harus shalat, apa bacaanya yg benar,..saya mulai konsentrasi membuat planing.
* Menyediakan waktu khusus, minimum 30 menit untuk belajar tekhnis shalat,dan lafadnya, dan dalam satu hari atleast dia menghafal 2 ayat dari surat ( kadang dilihat kemampuan dia juga, bisa lebih dari 2 ayat). Berikan kesempatan dia untuk bertanya, apa saja tentang shalat.
* Ajak dia membuat comitment/ responsibility dengan membuat "her own praying chart" yg idenya dari dia, ( kita meluruskan/membenarkannya), yg dia isi sendiri, sampai dengan menentukan "boundary" (hukuman istilah kasarnya), apa- kira-kira sangsi yg dia sanggup lakukan kalau dia miss atau sampai ada kolom yg kosong. contohnya Jaida memilih : Meminta saya menggambar wajah ugly (JJ bilang seperti "ghost" dan menulis kata "not good"). Dan kalau dalam satu minggu, gambar "ghost"nya melebihi 4 (target no yg dia pilih), dia minta sangsi week endnya tidak diperbolehkan menonton TV. (Biasaya waktu nonton JJ itu hanya Week end). Melibatkan dia dengan membuat chart dan memilih sangsi sendiri ini adalah tehnik saya agar dia merasa terlibat langsung dan mengembangkan perasaan bahwa itu bukan suatu paksaan, juga membantu dia untuk belajar mempunyai tanggung jawab. Tugas saya disini mengingatkan kembali waktu shalat tersebut ( mengingat keterbatasan dia dalam hal pemahaman wkatu shalat), dan mengingatkan kembali betapa pentingnya shalat untuk dia, jadi waktu 30 menit tetap saya sediakan untuk dia belajar.
* Berikan "praise"/ pujian atau tindakan positive yg memotivasi dia untuk tetap melakukan shalat. Terutama pada saat ketika dia tidak in the mood, malas,...bujuk dan ingatkan kembali responsibility yg sudah dia buat, dan berikan ucapan-ucapan manis, positive ketika pada akhirnya dia melakukan shalat tsb,...Tehnik lain yg saya berikan kepada Jaida, kalau dalam satu minggu chartnya tidak ada gambar "ghost", saya ajak dia swimming ( her hobby ) atau memberikan dia 1 pounds money untuk disimpan (dia sedang ngumpulin uang untuk beli sepeda di hari Ultahnya).

Semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholeh/sholeha, amin
Wassalam

sumber: http://daffodilmuslimah.multiply.com/journal/item/119/Tips_Mengajarkan_Sholat_dan_Bacaannya_Kepada_Anak

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Adik-adik sudah pernah dengar dongeng Lutung Kasarung?. Kalau belum, yuk .. di malam libur ini ajak ayah, bunda, kakak sekeluarga untuk mendongeng kisah ini ya!

Ini dia kisahnya:

Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. "Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta," kata Prabu Tapa. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. "Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya," gerutu Purbararang padatunanga nnya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang.

Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". "Terima kasih paman", ujar Purbasari.

Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga-bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. "Apa manfaatnya bagiku ?", pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin di telaga tersebut.

Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !", kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

"Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku", kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahakbahak, "Jadi monyet itu tunanganmu ?".

Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya danmemoho n untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya di hutan dalam wujud seekor lutung.

Selamat mendongeng ya ..., wassalam.
sumber: kumpulan dongen anak


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Fenomena memberikan les membaca, menulis pada anak balita semakin marak saja belakangan. Begitu anak memasuki usia 3 tahun mulailah para orangtua sibuk menyertakan putra-putrinya pada kursus-kursus “akademik” dengan alasan mempersiapkan anak-anak mereka masuk ke Sekolah Dasar (SD). Semakin awal persiapannya semakin baik, begitu pandangan mereka.

Apakah ketrampilan membaca dan menulis memang penting?
Betul. Mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi ketrampilan membaca, dan menulis merupakan ketrampilan yang mayoritas dipakai murid di sekolah oleh karena sebagian besar pengetahuan dan ketrampilan disampaikan dalam bentuk bahasa tertulis.

Dampak Pemberian Kursus Akademik di Usia Balita
Apakah saat memasuki SD, anak balita yang diikutkan les membaca dan menulis sudah pasti bisa belajar dengan lebih lancar dan baik dibanding mereka yang tidak les? Tidak. Penelitian yang dilakukan oleh K. Hirsh-Pasek (dalam Hirsh-Pasek & Golinkoff, 2003) menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah di preschool yang bersifat “akademik” tidak mempunyai kelebihan akademik (baik jangka pendek maupun jangka panjang) dibandingkan mereka yang masuk di preschool tradisional yang mementingkan bermain dan penemuan (discovery). Bahkan ketika mereka sudah duduk di kelas 1 SD, tidak dapat dibedakan lagi antara ketrampilan intelektual anak yang mendapat kursus “akademik” dan yang tidak.

Mengapa demikian?
Karakteristik dari perkembangan fisik, emosi, dan kemampuan berpikir (kognisi) anak balita belum memadai untuk menguasai ketrampilan membaca dan menulis. Mengajarkan anak suatu ketrampilan yang tidak sesuai dengan perkembangannya sama saja dengan pengkarbitan, yaitu memaksa anak “matang” sebelum waktunya. Akibatnya banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian berbagai kursus “akademik” pada anak balita akan membawa dampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh:

Tingkat kecemasan dan depresi pada anak meningkat. Suatu tugas akan dilihat anak lebih sebagai ancaman (karena sulit) daripada tantangan sehingga anak menjadi cemas, takut tidak bisa, takut berbuat salah. Kecemasan ini bervariasi dari yang ringan sampai tingkat tinggi.

Anak yang fobia sekolah (takut pada sekolah) bertambah jumlahnya. Taman bermain tidak lagi dilihat anak sebagai tempat bermain yang menyenangkan tapi tempat dimana anak dibebani dengan berbagai tugas yang harus diselesaikan.

Keberhasilan di sekolah bukan semata ditentukan oleh ketrampilan membaca dan menulis. Ada yang lebih penting dan lebih layak usia (age-appropriate) yang perlu dibekali pada anak balita, yaitu Kesiapan Belajar.

Apa Itu Kesiapan Belajar?
Ketika belajar menyetir mobil, ada prasyaratnya yang harus dipenuhi seseorang diantaranya: tinggi badan yang cukup (kaki bisa menyentuh pedal), daya penglihatan baik, koordinasi motorik tangan-kaki-mata baik. Jika prasyaratnya tidak dipenuhi, maka latihan yang seberat apapun tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Demikian juga dengan belajar membaca dan menulis. Ada beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi, yang menandakan bahwa anak sudah “SIAP BELAJAR”. Dalam dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) istilah ini dikenal dengan Kesiapan Belajar (Learning Readiness), yaitu prakondisi pada siswa yang menjadi persyaratan agar siswa dapat belajar ketrampilan/pengetahuan di Sekolah Dasar (SD) dengan baik. Kesiapan Belajar inilah yang harus dimiliki setiap anak yang akan masuk SD. Oleh sebab itu masa balita adalah masa membekali anak dengan Kesiapan Belajar.

Kesiapan Belajar bisa kita kelompokkan menjadi dua: utama dan khusus.

Kesiapan Belajar Utama:
Kesiapan Belajar Utama adalah prakondisi yang pertama-tama perlu dimiliki sebelum seorang anak mulai belajar ketrampilan atau pengetahuan apapun:
Kemampuan menyimak
Kemampuan mengikuti instruksi
Kemampuan berkonsentrasi (rentang perhatian yang cukup panjang)
Kemampuan mengingat (obyek atau urutan peristiwa)
Kemampuan memahami pembicaraan, cerita, kata, kalimat.
Kemampuan mengekspresikan diri secara verbal (kecuali yang berkebutuhan khusus)
sikap belajar yang positif (tekun, penuh rasa ingin tahu, inisiatif, berani, bermotivasi)
Jika anak tidak memiliki semua kemampuan di atas maka proses belajar akan mengalami gangguan dan hambatan.

Kesiapan Belajar Khusus:
Adalah prakondisi untuk belajar ketrampilan/pengetahuan khusus dalam hal ini membaca, dan menulis:

Ketrampilan pra-membaca.
Sebelum seorang anak bisa menulis, ia harus bisa membaca. Sebelum ia bisa membaca, ia harus mempunyai ketrampilan pra-membaca. Misalnya: ia harus bisa membedakan bentuk, mengerti arah: atas, bawah, kiri, kanan. Kenapa? Karena inilah kemampuan yang membantunya bisa membedakan huruf-huruf yang hampir serupa seperti: b, p, q, dan d. Berikut adalah beberapa ketrampilan pra-membaca yang harus dikuasai anak:
Kemampuan memahami urutan (Sequencing)
Kemampuan membedakan bentuk/warna (visual) ataupun suara (auditori)
Kemampuan membedakan arah: kiri, kanan, atas, bawah.
Ketetapan bentuk (form constancy)

Ketrampilan pra-menulis.
Anak juga akan lebih cepat dan mudah belajar menulis jika ia memiliki: otot lengan dan jari tangan yang kuat dan lentur, sehingga ia bisa: Memegang alat tulis dengan benar.
Menarik garis dengan tegas dan tekanan yang cukup.
Membuat berbagai bentuk dasar: garis, lengkung, lingkaran, kotak, dll.

Wassalam,
intisari sumber: http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?pg=cns&id=185&emonth=10&eyear=2010&kat=3



Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Respons positif orangtua atas pertanyaan si kecil sangat membantu proses berpikir dan tingkat pemahamannya.

"Bu, mengapa burung bisa terbang? Kok pohon berbuah sih? Apa nama kendaraan beroda tiga itu?" Duh, si prasekolah terkadang bikin mumet dengan berbagai pertanyaannya yang tak kenal waktu. Kalau sudah kehabisan akal, tak jarang orangtua berujar, "Aduh Kakak bawel amat sih!" Atau pertanyaannya yang dianggap sepele atau tak logis ditanggapi dengan jawaban asal-asalan. "Pohon berbuah? Ya...memang dari sononya begitu. Sudah, ah, Papa mau baca koran lagi!"

Tentu respons orangtua yang asal-asalan amat tidak disarankan. Paling bijak tanggapi apa pun pertanyaan anak, yang sepele sekalipun, secara positif. Respons yang baik akan membantu proses berpikir dan pemahaman si prasekolah kelak. Juga tak masalah jika ia ternyata masih belum puas dengan jawaban yang diberikan lantas bertanya lagi, lagi, dan lagi. Orangtualah yang mesti siap menghadapi "gempuran" pertanyaan itu. Misalnya dengan lebih rajin membaca buku agar wawasan dan pengetahuan kita makin bertambah.

MENUNJUKKAN MINAT

Mengapa di usia prasekolah anak sangat gemar bertanya? Ada beberapa alasan yang menyertainya, antara lain:

* Menunjukkan minat.
Ragam pertanyaan anak dapat menunjukkan minatnya pada peristiwa atau pemandangan di sekitarnya. Contoh, si prasekolah bertanya, "Mengapa ayam yang tadinya satu bisa bertambah jadi tiga?" atau "Ada berapa banyak mobil yang sedang parkir itu?" Pertanyaan-pertanyaan seperti ini merupakan pertanda anak memiliki minat di bidang matematika/logika.

* Belum paham.
Keingintahuan yang belum terpenuhi akan membuat anak terus bertanya sampai ia mendapatkan titik terang. Kalau orangtua merasa sudah pernah menjawab tapi anak tetap melontarkan pertanyaan yang sama, jangan-jangan ia belum memahami penjelasan yang diberikan.

* Cari perhatian.
Kalau si kecil selalu mengajukan pertanyaan yang sama, padahal orangtua juga sudah berkali-kali menjelaskan, bisa jadi ia sedang caper alias cari perhatian. Segera cari penyebabnya. Mungkin lantaran si kecil merasa diabaikan karena orangtua tidak menemaninya bermain, orangtua kelewat sibuk dengan pekerjaan, atau ia merasa dibedakan dengan kakak atau adiknya. Agar terus mendapat perhatian dari ayah dan ibunya, si kecil terus menanyakan hal yang sama. Cara ini pun kerap dipakai oleh anak anak yang sebetulnya tidak kurang perhatian. Namun, ketika perhatian untuknya teralihkan, anak berusaha mendapatkannya kembali dengan berbagai cara, termasuk banyak bertanya. Oleh karena itu, lakukan kontak mata saat berkomunikasi agar anak merasa tetap diperhatikan dan dihargai.


KIAT MENJAWAB

Si kecil sebenarnya tak begitu membutuhkan jawaban panjang lebar, apalagi dengan bahasa yang kurang "membumi" karena masih terlalu abstrak di telinga anak. Agar si prasekolah bisa langsung paham jawaban Anda, berikut kiatnya:

1. Hindari penjelasan yang berbelit-belit. Yang dibutuhkan si kecil adalah jawaban dan penjelasan sederhana dengan bahasa yang sesuai kemampuan berpikirnya.

2. Jika masih ragu-ragu dengan jawaban yang akan diberikan, jangan bersikap "sok tahu". Alih-alih mendapat jawaban yang tepat, anak justru menelan informasi yang ternyata salah. Singkat kata, orangtua harus jujur atau terus terang kalau tak bisa menjawab.

3. Ajak anak untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang sulit. Misalnya, dengan mengajak anak membuka ensiklopedia atau mencari orang yang kira-kira bisa menjawab pertanyaannya. "Yuk kita tanya kakek, mungkin beliau tahu." Atau, "Bagaimana kalau kita besok tanyakan kepada ibu guru. Siapa tahu ibu guru bisa jawab." Kelak si kecil juga belajar bahwa jika mendapati masalah maka dia akan mencari orang yang bisa membantunya memecahkan masalah yang dihadapi atau membacanya dari berbagai buku/literatur.

4. Ajak anak belajar menganalisis hubungan sebab-akibat. Misalnya, ketika anak bertanya, "Ma, kenapa orang naik kuda? Kenapa enggak jalan kaki saja kan punya kaki." Cobalah memancing daya analisis si kecil dengan balik bertanya, "Coba menurut kamu lebih cepat mana orang sampai ke tujuannya, apakah naik kuda atau jalan kaki?" Upaya membalikkan pertanyaan juga merangsang anak untuk menemukan sendiri jawabannya. "Ayo, menurut Kakak kenapa orang naik kuda?".

5. Untuk menjawab pertanyaan "mengapa" sebaiknya orangtua jangan langsung menjawab. Biarkan dia berpikir mencari jawabannya. Maklumi jika jawabannya masih sangat sederhana karena memang kemampuan berpikirnya masih terbatas. Dalam hal ini, orangtua berperan menambahkan atau menjelaskan sesuatu lebih jelas lagi agar pengetahuan dan wawasan si kecil makin bertambah. Misalnya, "Kenapa burung bisa terbang? Karena punya sayap. Nah, burung-burung yang kamu lihat itu terbang untuk mencari makanan yang ada di pohon-pohon dan juga di tanah. Burung membuat sarangnya di pohon, lo."

Semoga bermanfaat, wassalam
sumber: www.lptcindo.com

image: tve.depdiknas.go.id

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif
Beberapa sobats melalui email menanyakan tentang nama-nama sekolah Islam di Jabodetabek dan alamatnya, beserta no telepon, email serta web sekolah-sekolah tersebut.

Berikut beberapa SEKOLAH ISLAM TERPADU (SIT) JaDeBoTaBek

AL-BINAA Islamic Boarding School
Jl. Raya Pebayuran Kertasari Pebayuran Bekasi 17710
Telp. (021)89150720 Fax. (021)89150721 SMS. 02170215720
Email: info@albinaa.or.id
www.albinaa.or.id

MAN INSAN CENDEKIA SERPONG
Jl. Cendekia Sektor XI, Bumi Serpong Damai Tangerang 15310 Banten
Phone (021) 7563578, fax (021) 7563582

MADANIA
Progressive Indonesian School
Phone : 0251-602777, 617291 Fax : 0251-604777
school@madania.net

YAYASAN MASJID PB. SUDIRMAN(SMA ISLAM PB. SUDIRMAN BEKASI)
Jl. Taman Soka II, Taman Galaxi Indah, Bekasi Selatan - 17147.
Telp. (021) 82404528 - 8209934

AZHARI ISLAMIC SCHOOL
CAMPUS LOCATION:
Bumi Pamentas, Jl. Pertanian Raya no. 1 Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Telp/Fax (021) 7699289

AL'MAMUN EDUCATION CENTER
Alamat Kampus: Jl. Nawi Malik Serua Sawangan Telp. 021-7415933, E-mail: info@almamun.net

PRIBADI - Indonesia Turkies Shcool
Jl.Margonda Raya No.229Depok , Jawa Barat ,Indonesia
16400
Telephone: 021-7775460
Fax: 021-7765270

TK/SD / SMP Islam Dian Didaktika
Jl Rajawali Blok F No.16 Cinere Estate Gandul
Telp : (021) 7543241 - 7546632
SMA Islam Dian Didaktika
Jl Rajawali Blok F No.16 Cinere Estate Gandul
Telp : (021) 7533318

Dan beberapa SEKOLAH ISLAM TERPADU lainnya:

No. NAMA SEKOLAH ALAMAT TELEPON

1. Al Kautsar Jl. Raya Bintara komp. Mas naga Bintara Jaya, Bekasi Barat (021) 884 4834
2. Al-Hikmah Bekasi Jl. Wibawa Mukti II No. 5, Jati Asih, Bekasi (021) 8240 2687
3. Al-Iman Masjid Al-Iman, Komp. LKBN Antara, Bintara Jaya, Bekasi (021) 864 0044
4. Al-Muqorobin Jl. Mahoni No. 1A, Beji, Depok (021) 7720 5574
5. Al-Muzammil Jl. Tangkuban Perahu, Graha Indah, Jati Asih, Bekasi (021) 8499 4346
6. Al-Qalam Jl. Pemuda No. 11, Depok Lama, Depok (021) 775 5912
7. Al-Utsmaniyah Jl. Fisabilillah, Kp. Dukuh, Pasar Mukti, Citereup (021) 876 3753
8. Ar-Royyan Perum. Beji Permai Tanah Baru, Beji, Depok (021) 7720 0278
9. As Salamah Jl. Pamulang Raya No. 17, Benda Barat Ujung, Pamulang (021) 7463 1734
10. Asy-Syukriah Jl. KH. Hasyim Ashari Km. 3, Cipondoh, Tangerang (021) 5575 1260
11. At-Taufiq Jl. Putri Tunggal No. 17, Harjamukti, Cimanggis, Depok(021) 873 3222
12. Aulia Jl. Bintaro IX, Bintaro Jaya, Tangerang (021) 7486 0864
13. Bahrul Ulum Puspitek Komp. Puspitek (Masjid), Serpong, Tangerang (021) 756 0212 psw 4700
14. Baitul Mal STAN Komp. Masjid baitul Mal, Kampus STAN, Jurangmangu (021) 735 9117
15. Baitussalam Jl. Raya Kartika Sejahtera No. 1, Inkopad, Bojong Gede (0251) 553 527
16. Bina Isniyah (MI) Komp. Batan Indah Blok N No 57, Serpong, Tangerang (021) 756 4250
17. Darul Abidin Jl. Karet Hijau No. 29, Beji, Depok (021) 7720 0857
18. Darul Hikmah Jl. H. Awi Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi (021) 8241 0887
19. Fajar Hidayah Kota Wisata Cibubur, Cileungsi (021) 8249 2462
20. Husnayain Jl. Rambutan No.13C Perum Harapan Baru, Bekasi Barat (021) 884 6274
21. Nurul Fikri Jl. Situ Indah No. 116, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok (021) 719 4413
22. Ruhama Pondok Sukmajaya Blok E-2, Depok II, Depok (021) 770 0038
23. Taufiqur Rahman Perum Pemata Hijau Permai Blok J, Kaliabang Tengah Bekasi Utara (021) 887 9221
24. Thariq bin Ziyad Perum. Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur (021) 8240 5687
25. Ummul Quro Jl. Karet Hijau No. 29, Beji, Depok (021) 7720 0857
26. Ummul Quro Jl. Baru Salabenda No. 1, Parakan Jaya Kemang, Bogor (0251) 505 753
27. TK-SD-SMP Al-Falah Alamat. Jl. Kelapa Dua Wetan-Bambu Apus, Jakarta-Timur.
28. TK-SD-SMP Al-Jannah Alamat. Jl. Jambore, Jakarta-Timur

TK KARAKTER: TAK HANYA MENEKANKAN ASPEK KOGNITIF
Alamat Playgroup dan Taman Kanak - Kanak Karakter:
Jl. Raya Bogor Km 31 No 46 Cisalak, Cimanggis, Depok Telp. (021) 871 2022

TK Islam Al Izhar Pondok Labu: MENGAJARKAN NILAI KEAGAMAAN LEWAT BERMAIN*
*Alamat TK Islam Al Izhar Pondok Labu :
Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu Jl. RS Fatmawati Kav. 49 Jakarta 12450 Telp. 021-7695542, 7690992 dan 7506128

TK Mini Pak Kasur: BERMAIN SAMBIL BELAJAR DI TK MINI
Alamat TK Mini Pak Kasur :
(1.) Jl. Cikini V No. 2-3 Jakarta Pusat Telp. 021-338123 dan 338179
(2.) Jl. H. Nur No. 49 Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan Telp. 021-7946568
(3.) Jl. Nusa Indah II Cipinang Indah, Jakarta Timur Telp. 021-85903321
(4.) Jl. Niaga Raya Kemang Pratama Bekasi - Kemang Pratama Telp. 021-82409357
(5.) Jl. Verbena Banjar, Banjar Wijaya, Tangerang Telp. 021-55744061

TK Khas Daarut Tauhid: METODE UNIK AGAR HATI ANAK TERTATA BAIK
Alamat TK Daarut Tauhid :
Jl. Geger Kalong Girang No. 67 Bandung Telp. 022-2007956 / 2014374

TK Islam Al Jabr.
Alamat : Jl. Bango II No. 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan 021-75913675, 75913678

NAMA SEKOLAH ISLAM lainnya :

1. Aisyiyah (TK) Jl. Limau III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 726 9453
2. Al Furqon Jl. Seha II No. 14, Jakarta Selatan (021) 725 0203
3. Al-Azhar 1 (Pusat)Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 724 3933
4. Al-Azhar 2 (Kemandoran) Jl. Kemandoran I No. 41, Jakarta Barat (021) 532 9556
5. Al-Azhar 3 (Kemang) Jl. Kemang Raya No. 7, Jakarta Selatan (021) 7179 3333
6. Al-Hikmah Jl. Bangka II No. 24, Pela Mampang, Jak - Selatan (021) 718 0688
7. Al-Ikhlas Jl. Cipete III No. 12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 765 7942
8. Al-Ishmah Jl. Sawo Raya 30, Kranggan, Pondok Gede ( 021) 845 5625
9. Al-Izhar Jl. RS Fatmawati Kav. 49, Jakarta Selatan (021) 769 0992
10. Al-Khoirot Jl. Masjid Condet Batu Ampar, Kramat Jati, Jkt Timur (021) 801 3364
11. Al-Marjan Jl. Palem Raya Blok H-7, Duta Indah, Pd. Gede (021) 846 6127
12. Al-Mughni Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 26, Jakarta Selatan (021) 5296 1471
13. Ar-Rahman Motik Setibudi Utara D-1-2-3, Jakarta Selatan (021) 526 0844
14. At-Taubah Jl. H. Ayat, Komp. Angkatan Laut, Pd. Gede (021) 848 4612
15. At-Taufiq Cempaka Putih Timur VI, Jakarta Pusat (021) 424 1150
16. Bakti Mulya 400 Pondok Indah(021) 765 3628 (*Almamater ku dulu ^o^)
17. Iqro Jl. H. Ayat, Komp. Angkatan Laut, Pd. Gede (021) 848 4612
18. Madania Prapanca, Jakarta Selatan
19. Madharijut Thalibin Jl. Yayasan No. 100, Gandul Utara 765 9043
20. Miftahul Ulum Jl. Raya Lenteng Agung Gg Kancil 1 / 43, Jagakarsa (021) 782 0314
21. Pondok Duta (021) 870 6111
22. Riyadhul Jannah Jl. Sarinah 1 Pengadegan No. 8, Jakarta Selatan (021) 794 5448

Bila sobat-sobat mengetahui yang lainnya dan ingin bergbagi .. silahkan dan terima kasih.

Semoga bisa membantu dan bermanfaat, wassalam
sumber: milis Daarut Tauhiid dan berbagai sumber