Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Tangisan bayi membuat kita sedih. Memang itulah tujuannya, agar kita melakukan sesuatu untuk membantunya. Bayi menangis karena dia tidak dapat berbicara. Sebagai manusia dia memiliki kebutuhan dan keinginan, namun dia tidak dapat mengekspresikannya. Menangis adalah cara bayi berkomunikasi kepada kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya dan dia memerlukan bantuan. Itu adalah caranya berkata, “tolonglah aku. Ada yang tidak beres di sini.”

Bayi sangat sering menangis di minggu-minggu awal setelah kelahirannya. Setelah itu dia semakin jarang menangis karena sudah dapat berbuat sesuatu untuk dirinya dan mengekspresikan keinginannya dengan cara lain.

Apa saja yang membuat bayi menangis?

1. Kesakitan

Tangisan bayi yang kesakitan berbeda dengan tangisan lain. Tangisannya mendadak dan melengking, seperti ketika anak yang lebih besar menangis karena terluka. Tangisan biasanya berlangsung cukup lama diikuti dengan jeda di mana bayi Anda berhenti untuk bernafas. Dia kemudian mengambil nafas dan menangis lagi untuk waktu lama. Cepatlah bertindak untuk menghilangkan penyebab rasa sakitnya.

2. Lapar

Rasa lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Bayi baru lahir cepat merasa lapar sehingga sering sekali minta disusui. Bila tiga atau empat jam telah berlalu sejak terakhir kali dia menyusui dan dia menangis, kemungkinan karena merasa lapar. Pemberian susu akan menghentikan tangisnya. Kadangkala bayi juga ingin menyusu meskipun tidak lapar, hanya untuk mendapatkan rasa aman.

Bila bayi menangis keras dan sulit ditenangkan sehingga tidak dapat disusui, tenangkanlah dulu dengan menyenandungkan lagu dan menimang-nimangnya sampai menjadi tenang. Lalu cobalah memberikan susu. Dia biasanya akan menyusu dengan lahap. Tangisan kerasnya disebabkan oleh rasa lapar yang sangat.

3. Kelelahan/Mengantuk

Kadangkala, kelelahan membuat bayi menangis dan menjadi rewel. Dia akan terus menangis meskipun pun Anda gendong. Tanda-tanda bayi yang kelelahan adalah penurunan aktivitas, kehilangan minat pada orang dan mainan, menggosok mata, terlihat sayu matanya, dan sering menguap. Jika Anda melihat salah satu tanda itu pada bayi Anda yang menangis, dia hanya perlu tidur. Waktunya untuk tidur!

Tenangkanlah bayi Anda. Senandungkan lagu dan tepuk-tepuk pantatnya dengan pelan dan berirama. Biasanya bayi akan tertidur dalam beberapa menit.

4. Tidak nyaman

Jika bayi tidak nyaman, misalnya karena terlalu basah, kepanasan, kedinginan, atau tertekan, dia biasanya akan menangis sambil menggeliatkan badannya, seperti berusaha menjauhkan sumber ketidaknyamanannya. Cobalah untuk mencari sumber ketidaknyamanannya dan menyingkirkannya.

5. Overstimulasi

Bayi Anda dapat menangis sambil menutup mata atau memalingkan kepala bila mendengar suara yang terlalu keras atau merasa terganggu oleh banyaknya orang yang berusaha mendapatkan perhatiannya. Bawalah dia ke kamarnya dan tenangkan dengan menimang-nimang sampai menjadi tenang atau tertidur.

6. Penyakit

Ketika bayi Anda sakit, dia mungkin menangis dengan erangan yang lemah. Itu adalah caranya berkata, “Aku merasa sedih.” Jika bayi Anda terlihat sakit, ukurlah suhu badannya dan konsultasikan dengan dokter keluarga Anda. Anda terutama harus segera memeriksakannya bila dia menolak minum susu, mengalami masalah pernafasan, demam, muntah (gumoh), perut kembung, kejang dan gejala lainnya.

7. Kesepian

Selain makan dan tidur, bayi juga memerlukan perhatian dan belaian kasih sayang. Bayi seringkali menangis hanya untuk mendapatkan kehangatan pelukan Anda. Berbeda dengan makan dan tidur, yang merupakan kebutuhan fisik dan dampaknya langsung terasa bila bayi tidak mendapatkannya, kebutuhan emosional tidak berdampak langsung. Kekurangan perhatian dan kasih sayang baru akan berdampak dalam jangka panjang. Bila seorang bayi sering dibiarkan terus berteriak dan menangis tanpa ada yang memerhatikan, dia akan berkesimpulan bahwa tidak seorang pun peduli dengannya. Pada akhirnya, dia akan menumbuhkan apatisme untuk meminta pertolongan, yang berdampak buruk bagi hubungannya dengan orang lain. Bila orang tua kadang menanggapi dan kadang tidak, dia akan menyimpulkan bahwa dunia penuh ketidakpastian dan tidak aman baginya. Hal ini juga akan membuatnya sulit mengembangkan kepribadian yang sehat.

Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dapat menjadi tertutup (introvert) dan menarik diri dari pergaulan.

Perlakuan Anda terhadapnya akan membekas dan menjadi contoh baginya dalam memperlakukan orang lain. Karena itu, jangan biarkan bila bayi Anda menangis, meskipun tampaknya “hanya” sekedar ingin mendapat perhatian.

8. Frustrasi

Bayi Anda baru belajar mengontrol tangan, lengan, dan kaki. Dia mungkin berusaha untuk memasukkan jari-jarinya ke mulutnya atau untuk meraih mainan yang sangat menarik, tapi tubuhnya tidak bisa diajak bekerja sama. Dia menangis karena frustrasi tidak dapat melakukan apa yang dia ingin lakukan. Dia hanya membutuhkan sedikit bantuan Anda untuk melakukannya.

9. Khawatir/Takut

Bayi Anda mungkin menangis ketika digendong seseorang yang belum pernah dilihatnya. Dia merasa khawatir atau takut dan mencoba memberitahu Anda dengan menangis. Bayi Anda membutuhkan waktu untuk mengenal orang itu agar tidak lagi takut padanya.

10. Bosan

Bayi Anda yang telah duduk di kursinya selama 15 menit saat Anda asyik berbicara dengan teman Anda mungkin merasa bosan. Dia perlu sesuatu yang baru untuk dilihat atau disentuh dan mengungkapkannya dengan menangis. Memberinya mainan atau mengganti posisi duduknya akan membantu menenangkannya.

Wassalam,

intisari : http://majalahkesehatan.com/10-sebab-mengapa-bayi-menangis/
image source

Doa Awal Tahun


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Barangsiapa yang membaca doa awal tahun ini, insya Allah dirinya akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang tahun tersebut.

Doa Awal Tahun:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وُجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنِ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Maksudnya:

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.

Amiin ya robbal 'alamiin...

Wallohua'laam bishshowab...
Semoga bermanfaat, wassalam.

Sumber: http://www.pro-ibid.com/content/view/58/1/

PUISI ANAK

Bicara tentang anak, maka sungguh ia ibarat kanvas putih yang siap dilukisi. Orang tua adalah orang pertama yang akan melukiskan warna warni pada kanvas putih tersebut.

Apa yang kita torehkan, seperti itu pula anak terbentuk. Berikut puisi anak yang bisa dijadikan renungan mendalam bagi orang tua :

Puisi Anak I

Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar ~ Dorothy Law Nolte

Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar menentang

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar jadi penyabar

Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian

Dalam puisi anak tersebut, betapa mendidik anak bukanlah tugas mudah. Orang tua dituntut untuk belajar terus menerus dalam hal ini.

Meski tidak ada satu carapun yang mengantarkan kita menjadi ibu yang sempurna, namun ada sejuta cara untuk menjadikan kita ibu yang baik. Salah satu cara dengan memahami dunia anak, seperti yang tertuang pada puisi berikut:


Puisi Anak II

DI TANGAN ANAK-ANAK ~ Sapardi Djoko Damono

Di tangan anak-anak,
kertas menjelma perahu Sinbad yang tak takluk pada gelombang,
menjelma burung .
yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
di mulut anak-anak, kata menjelma Kitab Suci.

Tuan, jangan kauganggu permainanku ini.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

Begitulah Sapardi memaknai masa anak adala masa bermain. Segalanya menjadi indah, tanpa ingin ada yang mengusiknya. Adapun Gibran, lebih memilih wujud cinta orang tua kepada anaknya, dalam menuliskan puisi anaknya.


Puisi Anak III

Tanya Sang Anak ~ Khalil Gibran

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,Karena ibu lebih kuat dari ayah!
Sang anak terdiam dan berkata,Kenapa jadi begitu?

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,Karena ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,Iya, kau adalah yang terkuat!
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!
Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?
Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan.
Karena engkau adalah buah dari cintanya!

Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,Kau, kau adalah cinta kami sayang..

~ Khalil Gibran

sumber: http://www.anneahira.com/


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Mengenal bilangan, melatih daya ingat anak. Latihlah tanpa paksaan dan dengan cara menyenangkan.

Dalam sebuah wawancara, fisikawan Prof. Yohanes Surya, menceritakan bahwa putri keduanya, Marie Felicia Surya, sudah bisa melakukan penjumlahan, pengurangan, dan perhitungan matematika sederhana lainnya di usia 2 tahun. Kemampuan ini terus berkembang. Di saat anak-anak seusianya baru bisa melakukan penjumlahan sederhana, Marie sudah bisa menghitung akar suatu angka! Mencengangkan? Tentu saja. Ketika ditanya bagaimana mengajarinya, dengan santai Pak Yo, panggilan akrabnya, menjawab, "Biasa saja. Seperti anak-anak lain, saya memulainya dengan mengenalkan angka. Ternyata ia sangat suka."

MANFAAT KENAL BILANGAN
Usia batita adalah saat yang tepat untuk mengenalkan anak pada bilangan dan angka. Jangan khawatir anak akan "pusing" atau menolaknya. Yang penting caranya harus menyenangkan. Banyak manfaat yang didapat anak dengan mengenal bilangan, di antaranya: anak menjadi familiar dengan angka yang akan ditemui di sepanjang kehidupannya, dan selanjutnya lebih mudah memberi pemahaman arti angka. Selain itu, mengenal bilangan bisa menjadi salah satu cara untuk melatih daya ingat anak.

Memang semakin cepat dikenalkan semakin baik. Namun jangan memaksa anak terlalu jauh, misalnya langsung mengenalkan operasi hitungan tambah dan kurang. Meski ada satu-dua anak yang bisa menguasainya di usia batita, itu adalah kasus khusus. Yang juga harus diperhatikan adalah kesiapan fungsi mental anak. Secara umum pada tahap pertama, batita cukup mengenal bilangan 1-10. Setelah kemampuan tersebut dikuasainya, sebaiknya dilanjutkan dengan pemaknaan. Contoh, saat memegang satu buah apel jelaskan bilangan dan simbol angkanya. Dengan demikian anak bisa mengkoding angka satu dalam bentuk jumlah. Melalui benda konkret anak lebih mudah mencapai pemahaman. Setelah itu, anak boleh dikenalkan dengan angka yang lebih besar, umpamanya sampai 20.

Secara teori, seperti halnya membaca dan menulis, bila anak tidak memiliki gangguan apa pun, dengan sendirinya ia bisa menghafal angka. Meski demikian bukan berarti orangtua tidak perlu memberikan stimulasi sama sekali pada anak. Stimulasi diberikan dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga anak bisa mengenal bilangan dan angka di usia batita. (Lihat boks: 5 Permainan yang Menyenangkan.) Hindari cara-cara yang memaksa karena akan membuat anak menolak dan menghindari pembelajaran selanjutnya.

Jangan lupa beri dukungan untuk setiap kemampuan yang dikuasainya.

Wassalam ..
Marfuah Panji Astuti. Foto: Iman & Ferdi Dok. nakita
Narasumber:
Sani B. Hermawan, Psi.,
Direk


tur Lembaga Psikologi Daya Insani.


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Suasana malam minggu yang hangat, berkumpul bersama buah hati tercinta sambil membahas prestasi yang baru saja diterimanya setelah satu tahun ajaran diselesaikannya.Lantas, kemanakah liburan akan kita lakukan?

Liburan yang akan dijalani sebenarnya bisa saja membentuk anak-anak kita menjadi anak yang kreatif. Bicara tentang anak kreatif, banyak sekali dari kita yang sedikit-sedikit bilang..."wah, anakku kreatif banget deh..." atau "kok kamu nggak kreatif gitu sih? ". Sebenarnya bagaimanakah proses kreativitas pada anak akan muncul?

Kreativitas akan tumbuh pada lingkungan psikologis yang aman dan nyaman bagi anak. Karena anak-anak akan berani mencoba dan mengemukakan berbagai macam gagasannya apabila ia merasa diterima dan dicintai oleh lingkungannya. Sebaliknya, jika suasana tidak nyaman...hmmm bisa dibayangkan, anak akan lebih banyak ragu-ragu dan merasa tertekan.

Gunakan strategi 4P dalam pengembangan kreativitas anak :
  • Press, dengan cara menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang bersama keluarga, kehangatan serta dukungan untuk setiap hal yang dilakukan anak.
  • Process,ketika suasana sudah sangat nyaman bagi anak, maka berikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk bersibuk diri secara kreatif.
Jika hal ini sudah dijalankan, maka akan muncul
  • Person yang memiliki ciri kepribadian kreatif, apa saja sih diantaranya ciri kepribadian kreatif? adanya kelancaran, orisinalitas ide, keluwesan serta elaborasi dari ide yang dimilikinya.
Dan akhirnya, akan muncul
  • Product kreatif atau hasil dari gagasan-gasan baru tersebut.

Hmmm, menyenangkan yah, jika kita bisa menjadikan liburan kali ini dengan menciptakan lingkungan yang kreatif.

Selamat berlibur, wassalam
oleh: Muhammad Chalid


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Liburan panjang sekolah mulai tiba. Rencana untuk bepergian bersama keluarga pasti sudah disusun. Jika Anda termasuk orang yang ingin menghabiskan liburan ke luar kota, jangan sampai meninggalkan rumah dengan perasaan was-was.

Agar merasa nyaman, berikut tips meninggalkan rumah saat liburan:
1. Tempat Sampah
Pastikan tempat sampah di dalam rumah sudah dibersihkan, jangan biarkan ada sampah selama Anda meninggalkan rumah.

2. Pot Tamanan
Pindahkan tanaman dan bunga dalam pot ke tempat yang terkena matahari dan tersiram hujan.

3. Mobil
Bila Anda tidak membawa mobil, cabut aki mobil dan titipkan kuci pada tetangga atau orang yang dipercaya. Jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, mobil masih bisa diselamatkan.

4. Pintu Otomatis
Beralihlah ke sistem manual dan matikan semua panel otomatis agar tidak disalahgunakan orang seperti pagar dan garasi.

5. Lampu
Matikan seluruh lampu-lampu rumah, lampu kamar tidur, kamar mandi, gudang, ruang makan, dapur, kecuali lampu teras. Karena rumah yang gelap tanpa peneragan lampu teras dapat memancing orang untuk berbuat jahat.

6. Lemari Es
Makanan yang cepat membusuk di dalam lemari es seperti buah, dan sayur sebaiknya dikeluarkan, dan bersihkan lemari es Anda.

7. Perabot Makan dan Memasak
Perabotan masak yang telah digunakan dicuci bersih dan letakkan ditempatnya. Bersihkan juga perangkat makan, taplak meja, alas piring dan susun dengan rapih.

8. Alat Elektronik
Periksa apakah semua alat elektronik sudah dalam keadaan mati atau tidak, jangan tinggalkan rumah kosong dengan alat listrik menyala seperti kompor listirk, setrika, televisi, dan lain-lain.

9. Air
Tutup aliran air dengan sempurna agar tidak ada masalah banjir selama Anda tinggalkan. Periksa apakah mesin air masih terhubung dengan listrik atau tidak, jika iya lepaskan.

10. Barang Bawaan
Hitung jumlah tas dan barang apa saja yang Anda bawa, pastikan jumlahnya tidak berkurang selama diperjalanan atau sampai di tujuan. Terkadang kelalaian kita dalam mengemas barang dapat berakibat fatal.

11. Perlengkapan Pribadi
Periksa obat-obatan pribadi, alat P3K, surat jalan, tiket, kartu identitas, kartu kredit, uang tunai sebelum Anda berpergian.

12. Pintu dan Jendela
Pastikan pintu dan seluruh jendela terkunci rapat. Kunci pintu dari bagian dalam dan luar. Jika Anda memiliki sistem pengaman alarm pintu dapat dikaitkan selama Anda bepergian. Dan terakhir.

13. Minta Bantuan Tetangga
Mintalah bantuan tetangga Anda untuk sesekali mampir kerumah memeriksa pintu dan sekitar rumah Anda. Jika ada hal-hal yang mencurigakan mintalah ia untuk menguhubungi Anda dan pengurus RT setempat.

Wassalam,
sumber: VIVAnews


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Paling seru memang mengajak buah hati Anda berwisata. Apalagi jika buah hati Anda masih balita, hal sekecil apapun akan menarik perhatiannya. Tapi, membawa si kecil berlibur kadang merepotkan. Ikuti tips berikut agar si kecil tidak rewel di perjalanan.

Pilih Objek Wisata Yang Tepat
Jangan bawa si kecil ke museum yang membosankan. Tapi ajak ke atraksi-atraksi yang hidup, seru, dan memiliki aktivitas yang mampu membuat si kecil bergerak. Misalnya: kebun binatang, taman safari, water park, dan sejenisnya.

Perjalanan Jauh
Umur anak bisa menjadi patokan lamanya waktu terasa bagi si kecil. Jika umur anak Anda 10 tahun, maka lebih dari 10 menit pun menurut dia sudah terasa sangat lama. Nah, bayangkan jika Anda harus membawa si kecil dalam perjalanan jauh menuju tempat wisata. Karena itu, sebaiknya perkirakan jarak dan lama perjalanan. Pilih tempat wisata yang tidak memakan waktu tempuh terlalu lama.

Mengantuk
Setelah seharian si kecil beraktivitas, si kecil akan mulai lelah dan mengantuk. Anak Anda bisa rewel jika dia sudah mengantuk tapi tidak diberi kesempatan untuk tidur. Karena itu, pastikan sebelumnya anak Anda cukup mendapatkan tidur. Selain itu, usahakan si kecil langsung tidur 1 jam setelah makan malam. Makan malam sebaiknya di bawah jam 7 malam. Sediakan pula bantal di kendaraan Anda. Jadi, si kecil bisa tidur di mobil atau bus selama perjalanan menuju objek wisata.

Lapar dan Haus
Siapkan selalu cemilan kecil untuk mengisi perut di antara jam makan. Selain itu bawa juga beberapa botol air mineral. Jadi jika sewaktu-waktu si kecil kehausan, Anda tidak repot membeli air minum.

Games Seru
Anak kecil memang cepat bosan. Apalagi saat masih dalam perjalanan menuju tempat wisata. Karena itu pastikan Anda membawa mainan kesukaan si kecil agar dia tetap sibuk bermain. Bisa juga dengan menciptakan permainan seru selama perjalanan. Misalnya menghitung berapa mobil yang lewat atau menyebutkan warna dari mobil-mobil yang tampak dari jendela mobil.

Selamat berlibur, wassalam.
sumber: http://travel.kompas.com/read/2010/10/25/21534936/Tips.Mengajak.Si.Kecil.Berlibur


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Play Terapist dan psikolog Lembaga Psikologi Terapan UI, Dra Mayke S. Tedjasaputra, MSI, mengatakan, anak akan memiliki kemampuan berpikir jernih, kritis, berbicara dengan bahasa terstruktur dan kreatif jika didukung dengan pengasuhan yang tepat dari orangtuanya.

“Kemampuan ini sering dilupakan sistem pendidikan,” kata Mayke, saat peluncuran rumah edukasi parenting beberapa waktu lalu.

Bagaimana menjadi orangtua yang positif?
1. Percaya diri dan tumbuhkan kepercayaan kepada anak
Mayke menjelaskan orangtua perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak untuk bereksplorasi. Karena dengan mendapatkan kedua hal ini, anak bisa mengawali langkahnya bereksplorasi.Ingat memberikan kebebasan untuk anak bereksplorsi sama saja dengan merangsang dan memberikan kebebasan anak untuk bersikap kreatif

Caranya, orangtua perlu percaya diri sehingga tidak mudah khawatir atau cemas dengan apa yang dilakukan anak. Lalu berikan juga kepercayaan dan kesempatan kepada anak untuk mencoba hal baru serta rangsanglah anak untuk menciptakan sesuatu yang baru yang bisa merangsang kreatifitas mereka.

“Orangtua yang takut anaknya sakit lalu membatasi aktivitasnya justru membuat anak tidak berkembang dan pemikiran akan terkekang sehingga ide kreatif yang kadang-kadang muncul dipikiran anak terpendan dan akhirnya akan hilang. Orangtua perlu memberikan tempat bermain yang aman dan nyaman agar anak bisa tumbuh optimal dalam lingkungan fisik dan psikososialnya,” lanjutnya.

2. Menyisihkan waktu bersama (Adakan kebiasaan untuk berkumpul bersama)
Hubungan yang sehat dan lekat dengan anak perlu dibangun dan diupayakan oleh orangtua. Bagaimanapun perhatian dan dukungan positif dari Anda memberikan rasa percaya diri kepada anak.

Caranya, cari dan ciptakan waktu untuk melakukan kegiatan bersama dan berkomunikasi dengan anak. Dengan cara ini anak merasa dicintai. Kepercayaan dirinya tumbuh optimal dengan waktu khusus yang diberikan orangtuanya untuk membangun hubungan.
berikanlah masukan-masukan positif, pendapat dan ajarkan rasa tanggung jawab terhadap anak, ajak anak untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kecil dan hargai pendapat mereka contoh…..Ayah lihat kok kamar mandi kita kotor dan bau ya? kalau menurut adi gimana?perlu dibagi tugas donk?adi punya pendapat lain?

3. Jadilah teladan
Salah satu tugas orangtua adalah menanamkan nilai positif secara konsisten dengan melakukan hal-hal yang mudah di ingat dan dilihat!Jangan sekali-kali konsistensi tersebut kita langgar dengan alasan yang mengada-ada di depan anak. Anak akan tumbuh dengan memahami makna tanggungjawab jika orangtua menjalankan tugas penanaman nilai dengan tepat.

Caranya, berikan contoh dan teladan yang baik bagi anak, berikan rambu tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan yang terpenting konsistensi intra dan inter individual.

“Jika orangtua bangun pagi dengan bermalas-malasan, anak akan mencontoh. Maka, jadilah teladan yang baik,” kata Mayke.

Sedangkan untuk tetap konsisten, pastikan ayah maupun ibunya tidak dipengaruhi emosi dalam memberikan rambu kepada anak. Jangan membuat anak bingung dengan sikap berbeda dari ayah dan atau ibunya, maupun inkonsistensi keduanya dalam menjalankan pengasuhan. Anak akan menjadi bingung dan was-was, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

4. Memahami anak
Anak akan tumbuh optimal jika mendapatkan pemahaman dan stimulasi yang sesuai dari orangtuanya. Karenanya orangtua perlu mengenali kelebihan dan kekurangan anak.

“Jangan menekan anak untuk diam, misalnya. Anak tiga tahun bisa duduk diam itu sudah luar biasa, tetapi jangan memaksanya,” kata Mayke.

Stimulasi berupa pujian juga boleh diberikan, tetapi jangan berlebihan. Ungkapkan rasa bangga saat anak Anda berhasil menghabiskan makanannya atau saat mendapatkan prestasi di sekolahnya. Namun jangan berhenti di situ, anak pun memerlukan dukungan saat ia gagal atau bahkan ragu ketika melakukan sesuatu. Dorongan dan dukungan positif dari orangtua membantu perkembangan anak.

5. Mampu mengatasi stres
Kunci sukses positif parenting adalah juga kemampuan orangtua mengatasi stres atau tekanan. Kemampuan mengatasi stres akan mempengaruhi komunikasi dengan si kecil, menjadi lebih positif. Sebisa mungkin stress yang kita alami jangan dibawa pada lingkungan anak dengan cara marah tanpa sebab atau sikap-sikap negatif yang dimata anak dianggap sebagai sesuatu yang mereka takuti!

Caranya, orangtua perlu belajar mengendalikan diri dalam mengatasi emosi. Jika merasa perlu mintalah bantuan ahli atau lakukan saja relaksasi maupun hubungan spiritual.

Ketika menghadapi masalah, sebaiknya orangtua perlu fokus pada solusi dan bukan lari dari kenyataan. Termasuk ketika konflik terjadi pada pasangan, maka sebaiknya bangun komunikasi terbuka antarpasangan. Ciptakan juga komunikasi terbuka dengan orang yang terlibat dalam pengasuhan seperti teman atau orangtua. Selain bisa belajar dari pengalaman orang lain, Anda juga bisa sekaligus menyatukan pemahaman tentang bagaimana pola asuh di rumah agar mereka bisa memahami dan mengikuti saat berada di dekat buah hati Anda.

6. Terakhir orangtua juga perlu terus belajar mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
Mengembangkan sikap mau belajar dan mau berubah menjadi cara untuk mengeksplorasi diri lebih positif sebagai orangtua.sering-seringlah ngobrol dan berkomunikasi dengan anak dan lakukan intropeksi bersama pasangan anda apa kelebihan atau kekurangan masing-masing dalam mendidik anak!

Wassalam,
Sumber: http://pandjiwinoto.co.cc/2010/08/27/tips-menjadi-orang-tua-positif-menciptakan-anak-kreatif/


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Anak-anak cenderung memilih kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pada anak nantinya. Tetapi jika Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan maka mereka akan bersemangat untuk memulai kegiatan tersebut.

Penulis buku anak terkenal, Peter Corey, menyarankan salah satu kunci sukses agar suasana kegiatan membaca dapat menyenangkan adalah bacalah bersama-sama dengan anak Anda. Membaca bersama si kecil adalah kegiatan yang positif dan edukatif, karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak Anda.

Seperti yang dikutip dari femalefirst, Peter Corey juga memberikan tips lainnya untuk Anda meningkatkan minat baca untuk Anak Anda, yaitu:

1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya. Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda.

2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.

3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.

4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut. Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar.

5. Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak. Bila perlu pilihlah buku cerita yang menjadi tema kesukaannya.

6. Tema cerita buku anak-anak sangat beragam. Jadi belilah buku tersebut di toko buku bagian khusus anak agar dapat menemukan tema cerita yang menarik.

7. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Anda ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti.

8. Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong Anda untuk memutuskan apakah buku tersebut layak Anda beli.

9. Jangan khawatir jika anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menikmati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.

10. Berikanlah pujian kepada anak Anda yang telah berusaha untuk membaca. Biarkan ia tahu apa kesalahannya saat membaca. Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca. (eya/eya)

Semoga bermanfaat ... wassalam
sumber: www.wolipop.com


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

SELAIN orangtua, guru adalah orang yang berpengaruh signifikan bagi perkembangan si kecil. Sehingga penting bagi Anda memberikan informasi yang benar lewat diskusi tentang arti sekolah dan belajar kepada buah hati tercinta.

Dikutip Sheknows, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda ambil untuk membantu si kecil memiliki kesan positif terhadap gurunya sejak awal masuk sekolah. Hubungan positif dengan guru pasti akan membuat hari demi hari yang dilaluinya di sekolah menjadi lebih menyenangkan. Alhasil, nilai akademiknya bisa memuaskan.

Mencari waktu yang tepat

Cari waktu yang pas untuk diskusi bersama si kecil seputar guru di sekolahnya. Caranya tergantung pada usia anak Anda. Biarkan putra atau putri Anda memulai pembicaraan tanpa menyadarinya.

Dr Elizabeth Berger, psikiater anak dan penulis Raising Kids with Character mengatakan, "Cara terbaik bagi orangtua untuk mengomunikasikan ide-ide mereka adalah saat si kecil telah menunjukkan ketertarikannya pada suatu subyek, sehingga masukan orangtua bisa dengan mudah diterima.”

"Seorang anak yang secara psikologis diasah untuk siap menghadapi tahun ajaran baru mungkin berkomentar seperti, ‘Wah, aku harap guru baruku suka padaku. Saran orangtua bijaksana itu kemudian cenderung menjadi kepastian serta panduan yang berguna untuk menyambut tahun ajaran baru," kata Berger.

Kebenaran universal

Kepribadian, perkembangan, dan usia spesifik anak Anda akan menentukan tindakan yang tepat untuknya. Hanya Anda tahu yang terbaik untuknya, tapi ada beberapa kebenaran universal yang dapat Anda bagi bersama si kecil untuk membantunya membuat kesan yang baik tentang sekolah.

"Orangtua harus memperkuat gagasan bahwa sekolah itu ada sehingga anak dapat belajar, dan guru membantu anak-anak belajar bahkan jika mereka tidak sempurna setiap saat," kata Berger.

"Saat memahami bahwa mungkin ada gangguan kecil (anak nakal) di sekolah, orangtua seharusnya mendorong tujuan belajar anak. Ini akan membantu anak untuk betah belajar di dalam kelas," tukasnya.

Tujuan dicapai

Terkadang, anak-anak merasa minder dengan menganggap bahwa sekolah hanya untuk anak berintelektual tinggi, dan cara mendapatkan kesan dari guru adalah dengan nilai sempurna. Sebagai orangtua, Anda dapat menghilangkan prasangka tersebut dengan motivasi dan informasi yang benar.

"Orangtua bisa memperkuat gagasan bahwa guru mencintai anak jenius matematika, tapi tidak setiap anak jenius matematika, jadi guru lebih mencintai seorang anak yang baik, membantu, serta berempati dengan guru dan murid lainnya di dalam kelas," kata Berger.

Rasa hormat

Cara terbaik untuk anak Anda membuat kesan yang baik adalah dengan menunjukkan rasa hormat kepada gurunya. Konsep ini cenderung mudah dikomunikasikan kepada anak-anak pada berbagai tingkatan usia.

"Menjadi murid yang baik butuh upaya keras dan disiplin diri, sangat berbeda dengan menjadi murid yang jenius matematika," kata Berger.

Pada saat yang sama, biarkan mereka tahu manfaatnya juga. "Dengan menjadi murid yang baik, siswa tidak hanya 'membuat kesan yang baik', tapi secara aktif membantu guru akan berbuah rasa penghargaan," tukasnya.

Wassalam
(ftr)

sumber : okezone.com
foto: gettyimages

Masa Sih ... Harus Belajar?


Tahu kan Pa… Ma..., setahun itu 365 hari. Ada 52 hari minggu setahun dimana kita tahu ini adalah hari istirahat. Sehingga hari yang tersisa 313 hari.

Setahun ada 13 hari libur nasional. Berarti tinggal 300 hari. Liburan sekolah setahun paling sedikit 30 hari (bulan puasa kadang-kadang libur)

Maka hari yang tersisa hanya 270 hari. Ke sekolah bisa menghabiskan waktu 1 jam pergi 1 jam pulang, ini sama dengan 30 hari setahun. Sisa hari menjadi 240 hari.

Umumnya orang perlu 8 jam untuk tidur, berarti 120 hari setahun. Tinggal 120 hari lagi. Anak yang baik pastilah tidak lupa beribadah. Anggaplah 1 – 1 ½ jam sehari berarti setahunnya 25 hari.

Hari yang tersisa 95 hari. Bermain juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, sebutlah 1 jam sehari berarti 15 hari setahun.
Tinggal 80 hari lagi.

Makan, minum, jajan katakanlah 1 jam sehari sehingga menjadi 15 hari setahun. Tersisa 65 hari.

Setiap orang pastilah perlu mandi, buang air dan ganti pakaian dan minimal menghabiskan 1 jam sehari berarti 15 hari lagi.
Masih ada 50 hari lagi.

Jangan lupa manusia butuh bersosialisasi dengan orang lain katakanlah sehari hanya bicara 1 jam sehingga perlu 15 hari lagi.
Tinggal 35 hari lagi.

Masak sih ga nonton TV sebutlah 1 jam sehari ini juga berarti 15 hari setahun. Tinggal 20 hari. Biasanya ujian 6 hari per semester berarti 12 hari setahun.

Tersisa 8 hari lagi. Setiap orang pasti bisa sakit. Katakanlah 7 hari sakit setahun cukup masuk akal. Tinggallah 1 hari lagi.

Satu hari itu HARI ULANG TAHUNKU Pa.., masak sih belajar?

Sumber : ketawa.com