Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Ada 4 hal yang seabaiknya tidak dilakukan orang tua saat berharap anak mau berbagi dengan temannya.

1. JANGAN memaksa anak memahami Anda.
Menurut Anda, apa yang ada di benak anak ketika mainannya diambil dan diberikan kepada anak lain atau temannya. Coba bisa Anda bayangkan, suatu ketika bos/atasan Anda mendatangi ke meja kerja Anda dan tiba-tiba mengambil laptop yang tengah Anda pakai kemudian laptop tersebut diberikan ke rekan kerja Anda yang lain.
Apakah dengan cara ini Anda merasa bahwa Anda harus berbagi dengan yang lain? Tentu tidak bukan? Yang pasti Anda rasakan bahwa bos Anda merampas laptop Anda. Begitu pula yang akan ada di benak anak Anda. sebagai orang tua yang paling dekat dengan anak-anak, tugas Anda adalah memahami pikiran anak dan memberi contoh verbal tentang berbagi, bukannya memaksa anak untuk memahami Anda.

2. JANGAN memaksa anak berbagi.
Anak-anak yang lebih kecil biasanya akan meniru kakaknya. Saat melihat kakak bermain dengan bola baru atau boneka baru, dia akan mencoba mengambilnya. Tetapi kita tidak bisa berharap sang kakak akan sukarela memberikannya. Seringkali orangtua lupa bahwa makna berbagi adalah menghargai orang lain. Jadi lebih baik mengajari anak untuk menghormati/menghargai kakak/teman/saudara ketimbang mengajari anak untuk berbagi.

3. JANGAN memaksa anak berganti giliran.
Begantian adalah strategi dasar yang sering digunakan orangtua untuk mengajarkan anak konsep berbagi. Setiap kali bertmain, anak-anak diminta bermain bergiliran. Sebelum anak memahami konsep berbagi, anak harus memahami konsep tentang waktu lebih dahulu. Dan biasanya , konsep tentang waktu mulai dipahami seorang anak di usia 3 tahun.

4. JANGAN merebut mainan anak.
Jangan sekali-kali orantua merebut mainan dari tangan anak hanya demi mengajarkan perihal berbagi. Sekali Anda mengajarkan kekerasan, maka Anda tengah mengajari anak hal yang sama. Lebih baik sampaikan dengan bahasa yang bagus, dan sodorkan tangan. Yakinlah, hasilnya akan jauh lebih baik daripada cara pertama.

Semoga bermanfaat, wassalam.

0 comments:

Post a Comment