Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

"Wah, adek kalau makan dan menulis pakai tangan kanan dong, jangan tangan kiri .. " Mungkin kata-kata ini pernah terdengar di sekitar kita. Itulah yang terjadi bila orang tua belum enyadari kalau anaknya kidal.

Lalu apa itu kidal?
Kidal adalah kecenderungan seseorang yang lebih aktif anggota tubuh sebelah kiri dibandingkan sebelah kanan. Kidal bukan kekurangan ataupun suatu kecacatan.
Menurut Sylivia Weber, seorang penulis, ahli biologi dan ketua lembaga konsultasi khusus orang kidal di Jerman mengatakan," Dominasi penggunaan anggota tubuh sebelah kiri memberi tanda bahwa aktivitas otak kanannya lebih dominan.Begitu juga sebaliknya."

Anak kidal mudah dikenali dari ciri-cirinya:
  • Melakukan semua kegiatan dengan tangan kiri.
  • Refleks tangan kiri lebih cepat dibanding tangan kanannya.
  • Lebih sensitif
  • Cenederung tidak pede/percaya diri (biasanya disebabkan lingkungannya yang tidak menerima kalau dia kidal)

Untuk mengenali apakah anak kita benar kidal atau bukan, dapat dicermati saat dia berusia 2 tahun. Dan yang paling efektif adalah saat anak memasuki usia pra sekolah. Di usia ini kecenderungan perkembangan motorik anak akan semakin terlihat seperti saat dia memegang, mengambil atau melempar. Dan sifat kidal ini akan permanen di usia 6 tahun.

Kiat dalam menghadapi anak kidal:
  • Terima apa adanya.
  • Jangan paksa untuk menggunakan tangan kanan
  • Perlakukan sama dengan anak yang bukan kidal
  • Perkenalkan norma-norma sosial positif yang berlaku
  • Memahami kidal yang ada di lingkungannya, agar anak nyaman
  • Jangan katakan kalau menggunakan tangan kiri itu jelek/buruk
  • Latihlah penggunaan tangan kanannya tanpa paksaan

Dan yang paling penting adalah membantu dan mendukung anak kidal agar lebih percaya diri tanpa mengecilkan hatinya. Dengan semua itu, anak akan merasa biasa saja meskipun berbeda dengan anak lain dan anak akan nyaman serta bahagia dengan kondisinya tersebut ... InshaAllah,amin.

Semoga bermanfaat, wassalam.
intisari dari berbagai sumber

0 comments:

Post a Comment