Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

MENGEMBANGKAN bakat anak untuk meraih prestasi ternyata tidak sulit. Kunci suksesnya, memberi kesempatan kepada mereka untuk mengikuti perlombaan.

Psikolog anak Seto Mulyadi-yang akrab disapa Kak Seto-mengatakan, bakat anak bisa memengaruhi mereka untuk meraih prestasi. Bakat berasal dari faktor genetika dan pengaruh lingkungan.

"Segala sesuatu yang berada di sekeliling anak misalnya pengalaman dengan anggota keluarga atau temannya saat bermain atau bisa juga dari buku-buku yang dibaca, atau permainan yang mereka mainkan dapat meningkatkan kemampuan anak agar bakatnya terasah," papar Kak Seto.

Terdapat beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan orangtua untuk memaksimalkan bakat anak. Misalnya, jika anak aktif, rancanglah mereka untuk banyak membaca, berkenalan dengan orang-orang baru, gemar mempelajari segala hal, dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan dalam hidup. Dengan demikian, pikiran anak akan berkembang.

Selain itu, anak akan tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan akan lebih banyak tahu, serta kreatif. Di sisi lain, bila anak merupakan tipe anak yang suka duduk diam, banyak menonton TV, menjauhi buku, maka kemampuannya untuk belajar bakal terbatas.

Penelitian memperlihatkan bahwa IQ dapat berubah sebanyak 20 poin sepanjang hidup manusia. Di seluruh dunia mungkin 5 persen dari penduduk digolongkan berbakat. Tetapi tidak semua setuju dengan angka-angka ini.

Sejumlah pendidik menyarankan, dengan mengembangkan pengertian berbakat itu apa, maka dapat dikatakan 60 persen dari penduduk digolongkan sebagai orang berbakat.

Diyakini, sebagian orang percaya bahwa setiap individu memiliki bakat masing-masing. "Dengan bakat yang terasah, prestasi pun mudah diraih," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ini. Ditambahkannya, memberi pujian bila anak meraih prestasi merupakan salah satu jalan supaya anak bisa lebih berprestasi.

"Untuk menjadikan buah hati Anda dengan banyak prestasi, maka orangtua harus mendukung bakatnya dan bercerita prestasi orang lain agar anak terinspirasi," papar pelatih sepak bola dari klub sepak bola Soccer Schools Indonesia (SSI) Arsenal, Marco G Paulo di Jakarta.

Marco menuturkan, inspirasi itu bisa didapatkan dari siapa saja. Misalnya atlet sepak bola. "Dengan mempunyai inspirasi, kemauan anak berkembang akan lebih termotivasi," ujarnya. Harapan juga bisa dijadikan sebagai acuan untuk anak-anak agar bisa berprestasi. Misalnya saja dengan bertanya apa yang mereka cita-citakan kelak jika sudah dewasa nanti.

"Nah, prestasi muncul saat dia menyebutkan mau jadi apa dirinya kelak, karena itu sebuah harapan. Harapan yang juga dijadikan sebagai acuan untuk menumbuhkan prestasi," jelas Marco. Marco menuturkan, jangan pernah memaksakan kehendak anak dalam mengerjakan sesuatu, termasuk mengolah dan mengasah bakat mereka.

"Anak yang sering dipaksa oleh orangtuanya, tidak mau mengerjakan apa yang orangtua inginkan," pesannya kepada para orangtua.



Ayo jadikan anak-anak kita menjadi anak yang berprestasi, amin
Wassalam
sumber:oezone.com

0 comments:

Post a Comment